Aplikasi nilai GI karbohidrat untuk performa olahraga

Published : July 8th, 2009  |  Under Category : Sports Nutrition & Supplement : Essensial

Peran penting nutrisi karbohidrat bagi performa tubuh saat berolahraga sudah secara umum diketahui. Karbohidrat merupakan nutrisi penting dalam menu konsumsi makanan bagi atlet/ penggiat olahraga yang aktif karena simpanannya di dalam tubuh berfungsi sebagai sumber energi utama tubuh saat menjalani berbagai aktivitas fisik seperti latihan rutin, pertandingan atau kompetisi/turnamen dengan jadwal yang padat.

Dibutuhkan lebih dari 60% atau secara ideal sekitar 6-10 gram per kg berat badan untuk memenuhi kebutuhan energi bagi individu yang aktif seperti atlet/penggiat olahraga. Konsumsi karbohidrat dengan jumlah serta pilihan konsumsi yang tepat pada saat sebelum, sedang dan setelah olahraga menjadi satu satu basic pemenuhan kebutuhan nutrisi olahraga yang memberikan manfaat untuk :

- meningkatkan simpanan energi tubuh
- menjaga performa tubuh saat berolahraga
- mencegah kelelahan dini
- mencegah penurunan kadar glukosa darah (hipoglikemia)
- mempercepat proses pemulihan (recovery) tubuh setelah latihan/kompetisi
- menjaga kesehatan tubuh

Karbohidrat sederhana/kompleks

Seperti yang umum diketahui, ilmu nutrisi dulu membedakan karbohidrat menjadi dua kelompok utama yaitu:

-karbohidrat kompleks (complex carbohydrate)
-karbohidrat sederhana (simple carbohydrate)

Bahan pangan seperti roti, nasi, jagung atau singkong yang umumnya banyak mengandung pati (starch) dikategorikan sebagai karbohidrat kompleks. Sedangkan bahan pangan seperti susu, madu, buahan-buahan, jus buah-buahan atau yoghurt yang umumnya banyak mengandung karbohidrat glukosa, sukrosa, fruktosa atau laktosa dikategorikan sebagai sumber karbohidrat sederhana.

Produk-produk komersial seperti permen, jelly, minuman manis dan sirup dapat juga disebutkan sebagai sumber karbohidrat sederhana karena umumnya akan mengunakan sukrosa (gula) untuk memperkaya cita rasa dan menambah nilai kandungan gizi.

Tidak hanya dalam produk komersial, karbohidrat sederhana pun digunakan sebagai sumber energi untuk tubuh dalam produk-produk yang bertujuan untuk membantu pemulihan / penyembuhan seperti dalam larutan infus (glukosa) dan juga oralit (sukrosa).

Kategori Glycemic Index (GI) untuk Karbohidrat

codo-l

Berdasarkan dari kemajuan serta perkembangan di bidang ilmu nutrisi terkini, pengelompokan jenis karbohidrat secara ringkas antara karbohidrat sederhana-kompleks seperti diatas ternyata tidak lagi dapat dikatakan tepat.

Berbagai macam jenis karbohidrat sekarang dibedakan berdasarkan dari respon glicemik yang dihasilkannya atau berdasarkan dari perbedaan tetapan nilai glycemic index-nya (GI) yang dimilikinya yaitu:

- Karbohidrat GI rendah (<55)
- Karbohidrat GI moderat (55-70)
- Karbohidrat GI tinggi (>70)

Glycemic index (GI) adalah tetapan yang mengukur seberapa cepat suatu jenis karbohidrat dapat terkonversi menjadi glukosa dan terserap ke dalam aliran darah. Karbohidrat dengan nilai glycemic index tinggi seperti nasi putih (butir pendek), semangka atau kentang rebus cepat terkonversi menjadi glukosa, sedangkan karbohidrat bernilai glycemic index rendah seperti nasi merah, pasta, pisang, mangga dan apel akan terkonversi menjadi glukosa melalui proses yang berjalan lebih lambat.

Nilai GI yang dimiliki oleh karbohidrat membawa suatu terobosan baru dimana pilihan konsumsi berbagai jenis karbohidrat pada saat sekarang ini dapat diaplikasikan untuk berbagai tujuan yang berbeda-beda seperti untuk menjaga berat badan, menjaga kesehatan bagi penderita diabetes atau juga untuk performa olahraga bagi atlet/penggiat olahraga.

Untuk penderita diabetes contohnya, konsumsi karbohidrat dengan nilai glycemic index rendah dapat dikatakan merupakan pilihan sangat ideal karena proses konversinya menjadi glukosa yang berjalan lambat dan perlahan dalam waktu yang panjang.

Aplikasi nilai GI karbohidrat bagi untuk performa olahraga

Untuk individu dengan aktivitas fisik tinggi dan mempunyai tingkat kebutuhan energi besar seperti atlet/penggiat olahraga, nilai glycemic index (GI) yang dimiliki karbohidrat dapat digunakan sebagai bagian dari strategi untuk menentukan pilihan konsumsi karbohidrat sehingga tidak hanya kesehatan tubuh tetap terjaga, kebutuhan energi dan nutrisi pun dapat terpenuhi secara optimal.

Dengan mengunakan perbedaan nilai glycemic index (GI) yang dimiliki oleh karbohidrat, atlet /penggiat olahraga untuk menjaga performa dan kesehatan tubuhnya dapat mengunakan pedoman sebagai berikut :

-

mengkonsumsi karbohidrat GI rendah/moderat pada saat makan utama (sarapan, makan siang serta makan malam) untuk meningkatkan simpanan energi tubuh (glikogen hati, glikogen otot, & glukosa darah).

-

mengkonsumsi karbohidrat GI moderat/tinggi dengan cara snacking atau sipping strategies (untuk minuman olahraga berkarbohidrat (6-8%)) di waktu antara akan utama dan latihan/pertandingan untuk menjaga level normal glukosa darah dan meningkatkan simpanan energi (glikogen otot).

-

mengkonsumsi karbohidrat dengan GI tinggi sebagai tambahan sumber energi dari luar tubuh saat berolahraga untuk mencegah hipoglikemia (penurunan glukosa darah) dan untuk menjaga level energi dan performa tubuh.

-

mengkonsumsi karbohidrat dengan GI tinggi setelah berolahraga untuk mempercepat danmengoptimalkan pengembalian energi tubuh serta mempersingkat waktu pemulihan(recovery).

Link berikut cukup lengkap menyediakan berbagai pilihan jenis karbohidrat beserta tetapan GI-nya.

Contoh waktu konsumsi & nilai GI karbohidrat

Waktu Konsumsi Pilihan Sumber Karbohidrat Nilai GI
Snack pagi
sebelum latihan
Roti gandum (whole wheat)
Pisang
Jus Jeruk
69
55
46
Saat latihan pagi Minuman olahraga berkarbohidrat (6-8%)
Semangka / Pisang / Apel
65-99*
72 / 55 / 38
Sarapan setelah
latihan pagi
Cereal / Nasi putih
Kentang goreng / rebus
Roti Putih
Apel / Jeruk / Semangka
Jus jeruk / apel
84 / 72
75 / 101
70
38 / 44 / 72
46 / 40
Snack sebelum
latihan sore
Keripik kentang
Donut
Apel / Pisang / Semangka
Minuman olahraga berkarbohidrat (6-8%)
55
67
38 / 55 / 72
65-99*
Saat latihan sore Minuman olahraga berkarbohidrat (6-8%)
Semangka / Pisang / Apel
65-99*
72 / 55 / 38

* bergantung terhadap formulasi & komposisi karbohidrat (glukosa, sukrosa, fruktosa, maltodextrins dsb)
(kbl)

Ref :
1.Journal of Applied Physiology (1993) 75(2):1019-23
2.Metabolism (2001) 50(7):849-55
3.Ultimate carbohydrate counter (1990). Simon & Schuster Inc, USA
4.Advanced Spors Nutrition (2006) Human Kinetics, USA
5.Nutritional Supplements in Sports and Exercise (2008) Humana Press, USA

note : kami akan selalu meng-update perkembangan terbaru aplikasi nilai GI karbohidrat terhadap performa olahraga.

Photo by : Codo

PsspLab Blog ditulis oleh M.Anwari Irawan, founder dari PsspLab, pemerhati nutrisi olahraga serta pengembang produk POLATONIK Fluid Replacement untuk TNI dan Nutrisi Olahraga POLTON. Alumni Teknik Kimia ITB, penggiat olahraga tenis dan pengemar tim sepakbola Arsenal, Anwari juga menulis di www.poltonsport.com dan dapat di kontak di : anwari.irawan@pssplab.com

3 Responses to “Aplikasi nilai GI karbohidrat untuk performa olahraga”

  1. Tini says:

    Saya tertarik dengan artikel Anda. Tetepi pertanyaan saya adalah bagaimana cara menghitung nilai kadar gula yang ada di dalam makanan, lalu seberapa banyak kebutuhan gula yang diperlukan para atlet.
    Terimakasih

  2. PsspLab says:

    Salam kenal mbak Hupratini,

    Untuk kebutuhan karbohidrat sederhana (gula), tidak ada data yang menyebutkan jumlah spesifik yang dibutuhkan atlet.

    Hanya saja, agar kebutuhan energi seorang atlet dapat terpenuhi secara optimal, atlet berdasarkan perbedaan tingkat latihannya direkomendasikan untuk mengkonsumsi karbohidrat sbb :

    - 5-7 gr per kg berat badan per hari —–> latihan berdurasi moderat, intensitas rendah
    - 7-12 gr per kg berat badan per hari —-> latihan endurans berdurasi moderat
    - 10-12 atau lebih gr karbohidrat per kg berat badan per hari —-> latihan lebih dari 4-6 jam perhari
    - 30-60 gram karbohidrat per jam saat latihan olahraga berdurasi lebih dari 45 menit

    Pemilihan jenis karbohidrat yang akan dikonsumsi juga disarankan untuk mengunakan data nilai GIycemic Index (GI) dan tidak berdasarkan perbedaan bentuk molekulnya (sederhana/gula atau kompleks).

    Aplikasi praktis nilai GI karbohidrat untuk performa olahraga ini dapat juga pernah saya tulis, mbak bisa juga klik di :

    http://poltonsport.com/polton/?p=264

    atau untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang karbohidrat, nilai glycemic index dan performa olahraga dapat juga dilihat pada link-link berikut:

    http://www.fao.org/docrep/w8079e/w8079e0n.htm
    http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Sporting_performance_and_food
    http://www.sportsdietitians.com.au/resources/…/GI_and_sports_performance.pdf
    http://www.pponline.co.uk/encyc/carbohydrates.html

    Demikian yang dapat saya sampaikan mbak. Semoga bermanfaat.

  3. Hupratini says:

    Terimakasih banyak Pak Anwari Irawan atas Informasinya. Selamat menulis artikel-artikelnya yang banyak yang berguna bagi banyak orang. Good Luck

Leave a Reply