Fungsi dari Zat Besi
Published : June 24th, 2008 | Under Category : Sports Nutrition & Supplement : EssensialZat besi (Fe) merupakan jenis mineral mikro esensial yang mempunyai fungsi penting di dalam tubuh. Dibutuhkan dengan jumlah konsumsi sekitar 1.5-2.2 mg per- harinya, zat besi mempunyai fungsi penting di dalam tubuh antara lain sebagai media transportasi bagi oksigen dari paru-paru ke berbagai jaringan tubuh serta juga akan berfungsi sebagai katalis dalam proses penpindahan energi di dalam sel. Sebagai jenis mineral mikro esensial, kekurangan zat besi di dalam tubuh dapat mengakibatkan beberapa dampak negatif antara lain berkurangnya kekebalan tubuh, menurunnya daya konsentrasi, menurunnya daya ingat, menurunnya performa belajar, mudah marah, berkurangnya nafsu makan, dan menurunnya kebugaran tubuh.
Atlet terutama atlet lari jarak jauh, atlet vegetarian, atlet wanita serta atlet yang konsumsi dagingnya kurang dari 1 kali seminggu mempunyai resiko kekurangan zat besi . Atlet wanita yang mempunyai periode menstruasi rutin akan memiliki risiko kekurangan zat besi lebih besar jika di bandingkan dengan atlet pria. Begitu pun juga dengan atlet vegetarian jika dibandingkan dengan atlet non-vegetarian, walaupun untuk atlet vegetarian hal ini dapat dipenuhi melalui pemilihan konsumsi sayur-sayuran atau buah-buahan yang tepat. Khusus untuk atlet lari jarak jauh, hentakan-hentakan kaki pada saat berlari para permukaan yang keras dapat menyebabkan resiko terjadinya footstrike hemolysis, yaitu pecahnya sel darah merah yang disertai dengan pelepasan hemoglobin ke plasma darah akibat adanya hentakan-hentakan kaki pada permukaan yang keras.
Di dalam tubuh, fungsi utama zat besi adalah dalam produksi komponen pembawa oksigen yaitu hemoglobin dan mioglobin. Hemoglobin terdapat di dalam sel darah merah dan merupakan protein yang berfungsi untuk untuk mengangkut oksigen ke berbagai jaringan-jaringan tubuh sedangkan mioglobin terdapat di dalam sel otot dan berfungsi untuk menyimpan dan mendistribusikan oksigen ke dalam sel-sel otot. Selain berfungsi untuk memproduksi hemoglobin dan mioglobin, zat besi juga dapat tersimpan di dalam protein feritin, hemosidirin di dalam hati, serta di dalam sumsum tulang belakang. Sebagai indikator level jumlah zat besi di dalam tubuh, feritin yang bersirkulasi di dalam darah dapat digunakan untuk menilai status zat besi di dalam tubuh.
Zat besi banyak terkandung di dalam produk hewani terutama daging merah, telur serta ikan selain itu zat besi juga banyak terkandung di dalam berbagai jenis kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan kacang hijau, berbagai jenis sayuran dan juga buah-buahan. Secara umum, berdasarkan sumbernya, zat besi mempunyai efesiensi penyerapan yang berbeda di dalam tubuh. Zat besi yang berasal dari produk hewani atau disebut juga sebagai besi-hem akan lebih mudah diserap oleh tubuh, sedangkan zat besi yang bersumber dari sayuran-sayuran dan buah-buahan atau yang disebut sebagai besi-nonhem akan lebih sukar diserap oleh tubuh. (kbl)
Sumber zat besi (per 100 gr)
| Jenis | Fe (mg) |
| Daging | 2.2-5 |
| Ikan | 1.2-4 |
| Telur | 1.2-1.5 |
| Kacang Hijau | 6 |
| Kacang Kedelai | 15.7 |
Ref:
1.Int J Sports Med. 1988 Feb; 9(1):56-60. Foot impact force and intravascular hemolysis during distance running
2.J Appl Physiol 94: 38-42, 2003.
![]() |
PsspLab Blog ditulis oleh M.Anwari Irawan, founder dari PsspLab, pemerhati nutrisi olahraga serta pengembang produk POLATONIK Fluid Replacement untuk TNI dan Nutrisi Olahraga POLTON. Alumni Teknik Kimia ITB, penggiat olahraga tenis dan pengemar tim sepakbola Arsenal, Anwari juga menulis di www.poltonsport.com dan dapat di kontak di : anwari.irawan@pssplab.com |

