Suplementasi Creatine pada Olahraga Intensitas Tinggi Bertenaga

Published : February 22nd, 2009  |  Under Category : Sports Nutrition & Supplement : Essensial

Suplementasi creatine (Cr) menjadi popular di dalam dunia olahraga terutama  setelah berakhirnya  Olimpiade Barcelona 1992 dan konsumsinya mengalami peningkatkan yang signifikan pada saat akan dimulainya  Olimpiade 1996 di Atlanta. Popularitas suplementasi creatine mengalami peningkatan terutama  setelah peraih medali emas lari  100 meter, Linford Christie, disebutkan mengkonsumsi creatine sebagai bagian dari strategi persiapannya dalam  menghadapi Olimpiade Barcelona 1992. Tidak dikategorikan sebagai doping  oleh IOC (International Olympic Committee),  total konsumsi creatine oleh atlet sendiri diperkirakan pada saat ini telah  mencapai 2.000.000-3.000.000 kg per tahun-nya.

013-lCreatine adalah jenis asam amino yang secara alami terdapat di dalam tubuh dan tersimpan sebagian besar di dalam  jaringan  otot. Melalui 3 macam asam amino yaitu arginin, glisin dan metionin, creatine sebanyak 1-2 gram per hari  secara alami akan di sintesis di dalam hati dan ginjal. Total jumlah creatine yang dapat tersimpan di dalam tubuh adalah sekitar 0.17% dari total berat badan (120 gram untuk individu dengan berat badan 70 kg). Dari total jumlah tersebut, sekitar 95%-nya  akan tersimpan di dalam jaringan otot serta sisanya akan tersimpan di dalam otak, hati serta ginjal.

Selain melalui proses sintesis alami asam amino di dalam tubuh, sumber lain  untuk memenuhi kebetuhan   creatine bagi tubuh adalah  melalui suplementasi creatine yang  umumnya berada dalam bentuk creatine monohydrate atau  melalui konsumsi  produk   protein hewani seperti ikan tuna, ikan salmon, ikan herring dan daging sapi.

Pengaruh positif suplementasi  creatine terutama pada kegiatan olahraga yang bergantung pada sistem metabolisme anaerobik untuk menghasilkan energi terutama  pada aktivitas  olahraga bersifat intensitas tinggi bertenaga durasi pendek (<30 detik) seperti sprint atau angkat berat disebabkan oleh adanya peningkatkan jumlah phosphocreatine (PCr) di dalam jaringan otot. Melalui pola konsumsi yang umumnya dilakukan secara kontinu dan rutin, suplementasi creatine disebutkan dapat meningkatkan jumlah simpanan creatine hingga 20-40%.

Creatine dalam metabolisme energi tubuh

Creatine menjadi salah satu sumber energi yang penting bagi kerja otot karena di dalam jaringan otot, bentuknya    yang telah  ter-fosforilasi menjadi phosphocreatine (PCr)  secara langsung akan terlibat di dalam sistem metabolisme energi anaerobik untuk menghasilkan molekul energi ATP (adenosine tri-phospate) secara cepat.

Di dalam proses ini, simpanan PCr yang terdapat di dalam otot  akan berperan dalam proses regenerasi molekul energi ATP  melalui mekanisme yang juga dikenal sebagai sistem ATP-PCr. Melalui mekanisme  reaksi yang berjalan dengan katalis enzim creatine-kinase, phosphocreatine akan menyumbangkan molekul fosfat-nya kepada ADP (adenosine di-phospate) untuk kemudian  menghasilkan  molekul energi ATP.

PCr + ADP + H+ –> ATP + Cr

Karena molekul energi ATP tersimpan dengan jumlah yang sangat  terbatas di dalam tubuh dan karena  kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas intensitas tinggi bertenaga sangat bergantung pada ketersediaan ATP di dalam jaringan otot, maka saat tubuh membutuhan energi secara cepat, proses regenerasi ATP dari PCr  dapat bermanfaat untuk membantu  memenuhi kebutuhan energi yang kemudian  secara teoritis juga  akan meningkatkan kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas olahraga intensitas tinggi bertenaga durasi pendek.

Performa Olahraga Intensitas Tinggi

Karena secara langsung akan terlibat dalam  metabolisme energi secara anaerobik, maka perlu untuk diperhatikan  bahwa suplementasi creatine menjadi efektif pada aktivitas olahraga yang bersifat  intensitas tinggi bertenaga durasi pendek dengan repetisi atau aktivitas/jenis olahraga  yang secara dominan bergantung terhadap metabolisme energi anaerobik untuk menghasilkan  energi secara cepat seperti sprint, lari jarak pendek-menengah ataupun aktivitas olahraga lain seperti angkat berat atau bench press yang membutuhkan tenaga yang besar dalam waktu singkat.

Perlu juga  untuk dicatat bahwa pada olahraga durasi panjang  yang secara dominan bergantung pada pembakaran karbohidrat dan lemak untuk menghasilkan energi  (metabolisme energi aerobik)  seperti lari jarak jauh, sepeda jarak jauh ataupun juga   sepakbola, sampai saat ini hasil  riset menunjukan suplementasi creatine tidak memberikan  manfaat  positif dalam  peningkatan performa.

Beberapa-berapa faktor  yang menyebabkan suplementasi creatine memberikan manfaat positif terhadap  performa  olahraga yang bergantung terhadap metabolisme anaerobik untuk menghasilkan energi adalah:

  • Supplementasi Cr   meningkatkan jumlah  PCr di dalam otot
  • Peningkatan jumlah PCr  meningkatkan kemampuan kontraksi otot melalui proses regenerasi ATP yang dapat berjalan  secara cepat.
  • Pengunaan PCr sebagai sumber energi secara teoritis akan menjaga tingkat   keasaman otot dengan mengurangi  membentukkan ion hidrogen.
  • Creatine dapat berfungsi sebagai penyangga (buffer) bagi ion hidrogen yang telah  terbentuk dalam aktivitas bertenaga. Proses ini secara teoritis dapat mencegah terbentuknya asam laktat  yang menyebabkan otot menjadi cepat lelah.

Suplementasi Creatine dalam Penelitian.

Beberapa  hasil  penelitan memperlihatkan  pengaruh positif pengunaan creatine pada  aktivitas   olahraga yang bergantung pada sistem metabolisme energi anaerobik untuk menghasilkan energi dengan cepat.  Penelitan-penelitan tersebut umumnya  menunjukan peningkatan power output, peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas intensitas bertenaga, peningkatkan kapasitas endurance untuk aktivitas bertenaga serta peningkatan performa kapasitas anaerobik. Berikut kami sertakan beberapa hasil penelitian yang menunjukan peningkatan performa:

Penelitan oleh Balsom, Ekblom, et al. (1993) menunjukan peningkatan performa pada individu yang melakukan latihan sprint 10 kali selama 6 detik yang diselingi dengan waktu istirahat 30 detik. Subjek yang diberikan suplementasi creatine sebanyak  25 gram per hari selama 6 hari menunjukan peningkatan kapasitas  performa.

Penelitian oleh Earnest et a.l (1995) yang dilakukan terhadap 34 atlet sepakbola amerika  dan atlet atletik menunjukan  peningkatan 2.5% kemampuan loncat vertikal saat diberikan  suplementasi creatine dosis rendah sebanyak 3 gram per hari selama 14 hari.

Peningkatan kapasitas performa anaerobik ditunjukan oleh penelitian yang dilakukan oleh Jacobs et al. (1995), dimana grup  yang diberikan suplementasi creatine monohydrate sebanyak 20 gr/hari selama 5 hari menunjukan  kemampuan daya tahan yang lebih baik  saat melakukan aktivitas bersepeda ergometer pada 125% O2 Max. Grup dengan suplementasi cretine mampu melakukan aktivitas intensitas tinggi dengan waktu yang lebih lama jika   jika dibandingkan dengan grup non creatine, 137 vs 128 detik.

Penelitan oleh Casey et al. (1996) yang menunjukan peningkatan kapasitas kerja serta total work production dalam latihan olahraga repetisi bersepeda 2 X 30 detik yang disertai dengan 4 menit istirahat. Dalam penelitian lain, suplementasi creatine  jangka pendek juga  menunjukan hasil positif dalam  peningkatan maximal power/strength (5-15%), performa sprint (1-5%) serta peningkatan performa kerja dalam latihan sprint repetisi (5-15%).

Ref:
1. J of The Am Coll of Nutrition (1998) Vol.17, No.3, 216-234
2. J of the Int Soc of Sports Nut (2007), 4:6-10.1186
3. J of Athletic Train (1997), Vol 32.No.1

PsspLab Blog ditulis oleh M.Anwari Irawan, founder dari PsspLab, pemerhati nutrisi olahraga serta pengembang produk POLATONIK Fluid Replacement untuk TNI dan Nutrisi Olahraga POLTON. Alumni Teknik Kimia ITB, penggiat olahraga tenis dan pengemar tim sepakbola Arsenal, Anwari juga menulis di www.poltonsport.com dan dapat di kontak di : anwari.irawan@pssplab.com

One Response to “Suplementasi Creatine pada Olahraga Intensitas Tinggi Bertenaga”

  1. tini prihatuni says:

    saya seorang ibu berumur 66 tahun. Kandungan creatin dalam darah saya selalu tinggi, dan saya sering merasa cepat lelah. Saya mengidap Diabetes mellltus sejak 1994, dan tahun lalu ( 2009) , saya terserang jantung koroner. Saya sekarang sedang menjalani pemeriksaan ginjal. Mohon penjelasan mengenai kondisi saya atau apa yang terjadi pada tubuh saya?. Tks

Leave a Reply